To-Ji Temple: Wisata Sejarah dan Arsitektur Kyoto

Romantic Kyoto

Perjalanan Wisata ke Kyoto

Kyoto, sebuah kota yang terletak di Pulau Honshu, pernah menjadi Ibu Kota Jepang, pada tahun 794-1180. Menariknya, kota ini memiliki banyak kuil Budha dengan arsitektur klasik, taman-taman, istana kekaisaran, dan Kuil Shinto. Sepertinya, Kyoto adalah kota paling berharga di Jepang dan tempat yang harus dikunjungi para traveler. Setidaknya sekali dalam hidup mereka harus wisata ke Kyoto.

Berkesempatan mengunjungi Kyoto di tengah-tengah kesibukan tugas, saya tidak menyia-nyiakannya. Namun, saya belum memiliki itinerary. Segera saya atur itinerary untuk mengunjungi Kyoto dalam satu hari.  Akhirnya, setelah mencari beberapa referensi,  saya putuskan untuk mengunjungi To-Ji Temple, Fushimi Inari Shrine, dan berwisata belanja di Shinkyogoku.

Berangkat dari Hisai dengan menggunakan Kintetsu Line (semacam KRL), menempuh waktu 2 jam untuk sampai ke Stasiun Kyoto. Saya menggunakan transportasi ini karena memang dari Hisai ke Kyoto tidak ada Shinkansen. Selain itu, tarif Hisai—Kyoto hanya 1800 yen. Tarif ini jauh lebih murah dibandingkan tarif Shinkansen dengan jarak yang sama. Perjalanan 2 jam tidak begitu berasa karena situasi kereta yang kondusif. Penumpang yang sopan dan saling menghormati, tidak ada suara keras, menahan berbicara lantang di telefon, membuat perjalanan lebih nyaman.

Entering To-ji

☛ Mau Piknik ke Purworejo?

Kami mengakhiri perjalanan dengan kereta di stasiun Kyoto. Sengaja tidak turun di stasiun To-ji karena saat sampai di sana sudah tiba waktu sholat. Bagi wisatawan muslim, di Kyoto Tower, tepatnya di lantai 2, tersedia prayer room. Kalian harus menemui petugas Tourism Information untuk bisa masuk ke prayer room karena pintuny dikunci menggunakan kode angka. Kemudian akan diminta mengisi data diri dan akan diberikan kartu pemakai prayer room. Jangan khawatir, tidak akan dipungut biaya atas penggunaan prayer room ini.

SEJARAH ARSITEKTUR TO-JI TEMPLE

Salah satu objek wisata menarik di Kyoto adalah arsitektur khas Jepang. Destinasi pertama yang kami tuju adalah To-ji Temple (Kyo-o-gokoku-ji Temple). Kuil ini berada di Kujo-choo 1, Minami-ku, Kyoto. Nama To-ji memiliki arti Kuil Timur. Sedikit mengulas sejarah To-ji Temple, pada tahun 794,  dua buah kuil pelindung dibangun di sisi timur dan barat dari pintu masuk utama kota pemerintahan Heiankyo. Heiankyo merupakan nama Kyoto pada masa itu. Ketika itu, Ibu Kota Jepang dipindahkan ke Kyoto dari Nara. Sayangnya, kuil di sisi Barat sudah tidak ada lagi tapi To-Ji masih bertahan hingga hari ini.

Pada tahun 823, Kaisar Saga menghadiahi Biksu Kukai dan menyerahkan kuil kepadanya. Kukai menjadikan To-ji sebagai pusat seminari agama Buddha Singon (atau Esoterik). Selain itu, dia menambahkan berbagai bangunan seperti pagoda dan aula. Bangunan To-ji Temple terdiri dari Kondo (Aula Utama), Kodo (Aula Belajar), Pagoda, dan Miedo (tempat tinggal Biksu Kukai). Sejak saat itu, To-ji menjadi pusat sekte Shingon Budha Jepang.

To-ji Pagoda

 

Kondo

Kondo merupakan bangunan terbesar di To-Ji. Aula yang asli dibangun pada abad ke-8 tetapi terbakar pada 1486 dan direkonstruksi pada 1603. Bangunan ini merupakan struktur terbaik di To-ji. Arsitektur bangunannya menggabungkan atap ganda Jepang bergaya Irimoya dan gaya Tenjiku India di dalam satu bangunan. Di dalam Kondo terdapat beberapa patung. Sayangnya, tidak boleh membuat foto di dalam bangunan ini.

Di dalam Kondo, patung-patung buddha ditempatkan sesuai dengan mandala yang merupakan pusat Buddhisme Shingon. Mandala mewakili dunia pencerahan, yang tercermin dalam posisi para Buddha dan figur yang hadir. Biasanya, mandala digambar dalam dua dimensi. Kodo dikatakan sebagai versi tiga dimensi dari mandala, dengan Buddha utama, Dainichi, Nyorai, di tengah. Ke-21 patung yang ada diklasifikasikan menjadi empat: Nyorai, Bodhisattvas, Myoo (Raja-raja kebijaksanaan), dan Ten (Tenbu atau pelindung)

Kodo

Bangunan kedua adalah Kodo. Kodo berdiri tepat di tengah-tengah To-ji. Arsitektur aslinya dibangun sekitar tahun 835, menurut catatan. Bangunan asli ini rusak karena typhoon dan gempa bumi, dan telah diperbaiki beberapa kali. Struktur yang ada sekarang ini dibangun pada tahun 1941 dan mempertahankan gaya arsitektur aslinya.

Simak Gallery Piknik yuk...

Kodo

Five-Storied Pagoda

Bangunan berikutnya adalah Pagoda Lima Tingkat. Pagoda merupakan bangunan yang digunakan untuk menyimpan peninggalan sejarah Budha. Memiliki bentuk Dainichi Nyorai, Pagoda To-ji dikatakan unik. Empat patung Budha diletakkan di atas platform setinggi permukaan tanah mengelilingi pilar utama. Patung-patung ini menghadap empat arah yang berbeda. Gambar-gambar Budha serta berbagai motif dilukiskan pada pilar-pilar dan dinding-dinding. Pagoda ini biasanya tertutup untuk umum kecuali pada waktu tertentu.

Five Soried Pagoda

Pagoda lima lantai To-ji merupakan pagoda tertinggi di Jepang. Ketinggiannya mencapai 55 meter (187 kaki). Bangunan yang saat inil dibangun pada tahun 1644, sedangkan yang pertama dibangun pada abad ke-9. Sejak saat itu pagoda terbakar hingga empat kali. Beberapa kali penyebabnya adalah tersambar petir. Tetapi, uniknya, tidak satupun kerusakan disebabkan oleh peristiwa gempa bumi. Bangunan ini mampu meredam getaran. Getaran yang disebabkan oleh gempa bumi diserap oleh bagian-bagian pagoda yang saling bertautan. Kekuatan getaran tersebut secara bertahap teredam ketika bergerak ke bagian-bagian yang lebih tinggi dari pagoda. Lebih dari itu, masing-masing level bergerak secara bebas dengan gerakan yang biasa disebut “tarian ular”. Kebayang ya kalau kita lihat pagoda setinggi 55 meter ini menari, pasti ngeri-ngeri sedap. Tapi gerakan inilah yang justru meredam energy dari gempa bumi. Pilar-pilar yang mengelilingi pilar utama cukup pendek sehingga cenderung mengembalikan ke bentuk semula dan mencegah robohnya pagoda.

Miedo

Bangunan terakhir adalah Miedo. Miedo ini sebagai tempat tinggal Biksu Kukai (Pencetus Budha Singon). Cukup berbeda dari arsitektur sebelumnya di To-ji, Miedo memiliki arsitektur yang elegan dari gaya tempat tinggal bangsawan zaman dahulu. Sebagian besar bagian bangunan dibuat setahun setelah bangunan aslinya terbakar pada tahun 1379. Bangunan yang sekarang ada, selesai dibangun pada tahun 1390.

Rekomendasi Destinasi

Waktu terbaik mengunjungi To-ji Temple adalah di musim sakura. Banyak pohon sakura di lingkungan To-ji membuat tempat ini terlihat semakin indah pada saat cherry blossom. Tempat ini juga akan terlihat indah di malam hari dengan spot light yang dipasang di sana. Kalian yang menginginkan suasana romantis saat wisata di Kyoto, bisa menemukannya di sini. Selain itu, tempat ini dapat dengan mudah dicapai dengan kendaraan umum atau taksi.

Puas berkeliling di lungkungan To-ji Temple, kita bisa mengunjungi destinasi lain. Bagi kalian yang suka banget arsitektur kuil, ada Kinkaku-ji, Ginkaku-Ji, Kiyomizudera, Kamigami, Shimogami, dan Fushimi Inari Taisha Shrine. Bagi kalian penyuka belanja, Shinkyogoku adalah tempat yang tidak boleh kalian lewatkan. Di sana kita dapat menemukan barang-barang khas Jepang dengan harga yang relative lebih miring. Kita juga dapat menemukan toko dengan label Tax Free untuk bisa membeli barang bebas pajak.

Di lain kesempatan, semoga saya bisa mengulas tentang belanja di Shinkyogoku dan pembelian barang bebas pajak di Jepang. Selain itu masih ada cerita tentang jalan-jalan di Fushimi Inari Taisha. Stay tune ya…

Enjoy!

3 Replies to “To-Ji Temple: Wisata Sejarah dan Arsitektur Kyoto”

  1. Jepang itu salah satu negeri impian yang pengen kudatangi. Kalau selama ini yang ada di pikiran cuma Museum Ghibli, krn Amay suka banget sama Totoro, sekarang jadi sedikit punya pandangan lain.

    Ditunggu cerita selanjutnya.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *