Tips Memotret Travel Photography

Shinkyogoku Coffee

Menikmati sebuah perjalanan terasa kurang lengkap tanpa mendokumentasikannya, salah satunya dengan travel photography. Dokumentasi dapat membawa kita seakan kembali ke tempat tersebut. Untuk itu, perlu komposisi yang baik agar dapat menyajikan pemandangan yang pernah kita lihat. Foto perjalanan yang baik mampu membawa sang penikmat foto seolah ikut dalam perjalanan. Inilah perlunya membaca tips memotret travel photography

Koleksi Travel Photography

Pada kesempatan ini akan saya sampaikan beberapa tips untuk travel photography. Tips kali ini lebih ke sisi teknik memotret ketika kita sedang traveling. Baiklah, mari kita mulai!

1. Pelajari Fitur Kamera

Perkembangan teknologi di dunia fotografi menawarkan berbagai kemudahan. Selain itu, memanfaatkan fitur kamera dengan baik dapat menghasilkan foto yang luar biasa. Misalnya, fitur film simulation. Namun, Fitur yang ada akan menjadi hal yang mubazir jika tidak digunakan. Itulah mengapa dalam tips memotret travel photography kita harus memahami fitur yang ada di dalam sebuah kamera.

2. Selalu Memotret dengan format RAW

Terkadang, moment yang ditemui saat kita berada di perjalanan muncul tanpa kita duga. Oleh karena itu kita tidak sempat untuk mengatur kamera untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai. Namun, kita tidak perlu khawatir ketika kita selalu memotret dengan format RAW. Image dengan format ini akan tetap terjaga kualitasnya pada saat kita melakukan post processing.

3. Perhatikan "Rule of Third"

Selain keindahan, komposisi foto bisa menjadi gaya bahasa foto untuk bercerita. Teknik paling populer untuk mengkomposisikan foto adalah rule of third. Teknik ini membagi area frame menjadi Sembilan bagian (grid)sama besar. Kemudian, fotografer memposisikan point perhatian (point of interest) foto pada perpotongan garis pembagi.

Belajar Komposisi Geometri dalam Foto

4. Mengubah sudut pandang

Di tempat kita sedang berwisata, mungkin sudah banyak orang yang berkunjung. Dari sekian banyak orang, pasti banyak yang berfoto di sana. Namun, berapa banyak pengunjung yang akan merebah untuk mendapatkan foto yang sempurna? Untuk itu, cobalah mengubah sudut pandang. Lihat ke atas, ke bawah, merebah ke tanah, gunakan aksesoris tambahan. Dengan demikian Anda akan mendapatkan foto original yang unik.

5. Menjadi bagian dari foto

Para wisatawan memotret berbagai hal yang dilihat. Mereka memotret pantai, gunung, gedung, tata kota, dan sebagainya. Banya foto unik. Di antara foto-foto itu, kita dapat memberikan keunikan foto kita sendiri. Di antaranya, kita bisa menjadi bagian dari subjek foto. Foto itu akan menunjukkan bahwa kita benar-benar mengunjungi tempat itu. Selain itu, kita menjadi pembanding terhadap subjek lain yang berada di dalam foto itu.

6. Memotret Pada Saat Golden dan Blue hour

Ada yang belum mengerti istilah golden hour dan blue hour? Gampangnya, itu adalah waktu di mana langit terlihat biru atau keemasan. Biasanya di saat menjelang dan setelah sunrise atau sunset. Mencobalah memotret pada waktu-waktu itu. Anda akan mendapatkan cahaya yang membuat foto lebih dramatis.

Anyer Sunset1
Foto ini diambil dari bawah sebuah dermaga kayu saat sunset

 

7. Memotret dengan rasio 4x5 untuk IG

Point ini bukan sekedar tips memotret travel photography. Lebih dari itu, mempersiapkan foto untuk dibagikan. Jika Anda gemar membagikan foto di instagram, gunakan selalu rasio 4x5. Rasio foto ini akan sempurna pada saat diupload ke instagram. Anda tidak perlu khawatir kehilangan sebagian subjek di dalam frame karena terpotong.

8. Buat foto bercerita

Hal yang terpenting dalam memotret adalah membuat foto bercerita. Apa yang akan Anda coba ceritakan, dan mengapa. Foto yang bercerita akan membuat orang lain merasakan apa yang Anda lakukan di foto itu.

9. Pelajari Teori Warna

Warna adalah salah satu yang perlu dipertimbangkan dalam membuat komposisi foto. Kombinasi warna yang sesuai akan lebih menarik orang lain untuk menikmati.

10. Gunakan tripod dan filter ND

Sesekali, gunakan tripod dan filter neutral density. Ciptakan foto dengan teknik long exposure. Pelajari dasar-dasarnya, dan dapatkan foto yang lebih eye catching.

11. Manfaatkan Segala Sesuatu di Sekelilingmu

Di dalam sebuah perjalanan, bisa kita temukan refleksi, celah, warna, bayangan. Kita dapat memanfaatkannya untuk framing, menyeimbangkan foto, atau membuat komposisi warna. Manfaatkan segala sesuatu yang ada di sekeliling. Pada foto di bawah ini saya memanfaatkan celah pohon untuk membingkai laut.

Framing the sea by using mistletoe

12. Atur kamera pada aperture priority

Mengatur kamera pada mode aperture priority mengurangi resiko kita kehilangan moment. Pada mode ini, kamera akan menjaga ISO sedikit lebih tinggi. Hasilnya, foto kita tidak akan gagal karena kekurangan cahaya. Hal ini juga biasa dilakukan pada street photography.

13. Perhatikan Ukuran dan Skala subjek

Memperhatikan ukuran subjek sangat penting. Hal ini akan membantu membawa penikmat foto seolah masuk ke dalam foto Anda. Cobalah memasukkan figur manusia ke dalam frame sebagai pembanding subjek utama Anda. Namun, jangan sampai figur tersebut mendominasi foto Anda.

14. Gunakan lensa primer (fix)

Jika berbicara soal kenyamanan dalam memotret, lensa zoom menjadi pilihan. Namun, lensa primer memberikan beberapa keunggulan di dalam travel photography. Pertama, kita akan mengetahui seberapa jauh kita perlu berada dari subjek foto. Kedua, lensa primer mampu memberikan aperture besar untuk memotret pada kondisi yang redup. Selain itu kita akan mendapatkan foto yang lebih tajam.

15. Gunakan burst mode

Menggunakan burst mode memungkinkan kita mendapatkan banyak foto dalam sekali tekan shutter. Ini membantu kita untuk dapat memilih moment terbaik dari sebuah gerakan yang cukup cepat. Misalnya memotret lumba-lumba yang melompat di atas permukaan laut.

16. Bawa tripod kecil

Pada tips sebelumnya, sudah disebutkan untuk memotret menggunakan tripod. Selain itu tripod membantu kita untuk dapat mengambil foto diri. Namun, jangan sampai tripod mengurangi kenyamanan selama perjalanan. Usahakan membawa tripod dengan ukuran kecil agar mudah dibawa dengan nyaman.

17. Gunakan filter CPL

Selain filter ND untuk foto dramatis Anda, gunakan CPL. Filter ini akan membantu menampilkan warna pada foto kita. Di tengah hari yang panas, kita bisa mendapatkan warna langit yang biru.

18. Manfaatkan kabut dan awan

Faktor lain yang bisa membawa suasana sebuah tempat ke dalam foto adalah kabut dan awan. Kabut di dalam frame bisa membawa penikmat foto merasakan dingin. Seperti light box alami, awan dapat membuat cahaya matahari lebih lembut.  Pada foto di bawah ini saya coba memunculkan kesan mistis. Kesan ini dibawa oleh kabut dan kontras hitam putih.

Punthuk Setumbu 4
The Silhouette of Borobudur Temple in the morning.

19. Ubah titik fokus

Cobalah untuk mengubah titik fokus untuk memunculkan point of interest. Menggunakan lensa dengan aperture besar akan lebih mudah. Berlatihlah untuk mengarahkan fokus pada subjek yang diharapkan. Beberapa pemula mendapatkan subjek yang diharapkan kabur, sementara subjek lainnya tajam.

20. Gunakan Cahaya dan Bayangan

Memanfaatkan bayangan dari gedung tinggi atau pepohonan dapat membuat foto kita unik. Selain itu cahaya dan bayangan dapat dimanfaatkan untuk membuat bingkai alami terhadap subjek yang menjadi point of interest.

21. Edit Foto

Foto yang kita dapatkan di perjalanan mungkin belum sesuai harapan kita. Faktor-faktor seperti moment yang singkat dan cahaya yang redup menyebabkan ini terjadi. Untungnya, sekarang banyak aplikasi yang user friendly untuk membuat foto kita menjadi sesuai dengan harapan kita. Katakanlah Lightroom dan Snapseed.

22. Periksa Sensor Kamera

Kita telah berjalan jauh dengan membawa kamera. Kamera yang kita bawa mungkin menjadi kotor. Sensor kamera mungkin terkena debu pada saat mengganti lensa. Bawalah peniup udara untuk membersihkan sensor jika perlu. Namun, saya tidak terlalu merekomendasikan ini bagi pemula.

23. Night Photography

Jangan takut akan gelap. Buatlah beberapa foto di malam hari. Terkadang memotret di malam hari akan menghasilkan foto yang lebih dramatis. Jika beruntung, beruntung, kita bisa mendapatkan milky way. Jika belum mengerti caranya, banyak tutorial di youtube untuk membantu lebih mengerti.

Foto cafe dari sebuah hotel yang menyajikan nuansa tepi laut.

Wah, ternyata banyak juga ya tips memotret travel photography. Padahal baru yang teknis saja. Pada kesempatan berikutnya akan saya bahas masalah non teknis yang tidak kalah pentingnya. Jujur saya sendiri juga belum bisa melakukan semuanya dengan sempurna. Tulisan ini saya buat juga sebagai catatan pribadi saya.

Ekspektasinya mau piknik tapi apa daya terbelenggu pekerjaan, hehe…

Semoga catatan ini bisa bermanfaat buat kalian yang memerlukannya ya…

Enjoy!

One Reply to “Tips Memotret Travel Photography”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *