The First Annual Performance of Ballet Casagaya

THE SLEEPING BEAUTY

Di sela-sela rutinitas pekerjaan, mengerjakan project, terbersit keinginan untuk berburu foto gerakan-gerakan indah ballerina. Saya ingin memotret pertunjukan balet. Keinginan ini muncul setelah melihat foto-foto dari salah satu official photographer Nikon, Ibu Martha Suherman. Saya tidak mengerti ballet tetapi gerakan-gerakan ballerina selalu memunculkan rasa penasaran saya untuk memotret. Cara mereka menari, bagaimana ujung jari kaki mereka menapak lantai kemudian melayang bagai tak tersentuh gravitasi, sangat menarik.

Akhirnya saya cari beberapa sumber dan saya mendapatkan info akan adanya sebuah performance dari The Ballet Academy at Casagaya. Ini merupakan annual performance mereka yang pertama kali diadakan.

Di sini saya ingin pengalaman saya memotret pertunjukan ballet dan di akhir cerita saya ingin sedikit berbagi tips memotret pertunjukan semacam ini.

Tentang the Ballet Academy at Casagaya

Sebelum bercerita tentang memotret di pertunjukan balet, saya ingin sedikit menceritakan tentang. The Ballet Academy at Casagaya didirikan pada Mei 2017 oleh Anindya Krisna sekembalinya dia ke Indonesia. Anindya Krisna menari dengan Ballet Manila selama dua tahun. Dia menerima tawaran dari Melanie Kartadinata dan Lidia Setiowibowo untuk membuka sebuah sekolah balet di Casagaya Studio. Melanie Kartadinata merupakan pendiri dan pemilik Casagaya Studio. The Ballet Academy at Casagaya menerima murid dari segala umur dan level yang serius dan berkomitmen untuk mengikuti program yang ada di sekolah balet tersebut.

Contemporary Pieces and Clasical Divertissements

Pertunjukan diawali dengan penampilan Showcase Gymnastic dilanjutkan dengan koreografi “THE RIPPLES” dan “EXITUS NIMBUS”. Penampilan Showcase Gymnastic dibawakan oleh enam penari yang mengenakan kostum putih hitam. Koreografi ini merupakan karya dari R.G.A. Saraswati Febriani.

Gymnastic1

◣ Penampilan Showcase Gymnastic

The Ripples

The Ripple Dance Wave

▲ Penampilan 3 Penari dalam koreografi The Ripples.

Dari kelas Kontemporer, ada penampilan “The Ripples” dan “Exitus Nimbus”. The Ripples ditampilkan oleh tiga orang penari. Penari-penari melakukan gerakan-gerakan yang seperti riak (ripples) dengan dibantu dengan selembar kain.

 

Exitus Nimbus ditampilkan oleh dua orang penari, Ari Prajanegara dan Nudiandra Sarasvati. Salah seorang penarinya, Nudiandra Sarasvati, merupakan sang Koreografer Exitus Nimbus. Dia merupakan pengajar kelas Kontemporer di Ballet Academy at Casagaya. Karyanya selain Exitus Nimbus antara lain: This is Us, Ripples, dan Srikandi.

 

Exitus Nimbus ◢

Exitus Nimbus

Exitus Nimbus Dance up

The Fairy Doll and The Sleeping Beauty

Penampilan berikutnya adalah The Fairy Doll. Ditampilkan dengan lucu, The Fairy Doll mampu menggelitik pemirsa di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki.

 

Gymnastic1

Sebagai penampilan penutup, Ballet Academy at Casagaya mempersembahkan penampilan The Sleeping Beauty. The Sleeping Beauty mungkin merupakan salah satu dari ballet-ballet yang terkenal di antara para pecinta ballet. Dengan music gubahan P.I. Tchaikovsky dan koreografi dari Marius Petipa (yang direvisi oleh Konstantin Sergeyev pada produksi2 akhir),  The Sleeping Beauty pertama kali ditampilkan pada tahun 1890 di The Mariinsky Theatre, Saint Petersburg, Rusia. Penampilan utuh The Sleeping Beauty memakan waktu total 3 jam.

Pada pertunjukan kali ini, penampilan The Sleeping Beauty dipersingkat hanya 2 scene terakhir. Penampilan ini dibawakan oleh ballerina tamu Viktoria Tvardovskaya yang memerankan Princess Aurora, dan Arnulfo Andrade Jr. yang memerankan Prince Desire. Selain mereka berdua, ada Wenny Halim sebagai Lilac Fairy, Enrico Tanod dan Ferry Alberto Lesar sebagai Carabosse dan  Carabosse’s Attendant, Ida Ayu Rasthiti memerankan Diamond Fairy, dan masih banyak lagi.

Tips Memotret Pertunjukan

>> Tips Komposisi Foto

Sedikit tips bagi kalian yang ingin memotret pertunjukan semacam ini:

  1. Pastikan dalam pertunjukan itu boleh memotret

Beberapa pertunjukan tidak mengijinkan fotografer memotret dari bangku penonton. Namun, biasanya penyelenggara akan menyediakan tempat khusus bagi pengunjung yang memang datang untuk memotret.

  1. Cari tahu agenda acara pertunjukan

Informasi runtutan acara pertunjukan akan berguna untuk kita dapat mempersiapkan diri untuk memotret. Gear apa yang harus kita bawa dan kapan kita bersiap memotret. Dengan mengetahui informasi ini, kita tidak perlu terus mengarahkan kamera ke arah panggung.

  1. Jangan menggunakan flash.

Nyala lampu flash akan mengganggu dan membuat penonton lain menjadi tidak nyaman.

  1. Memotret dalam format RAW

Biasanya pertunjukan dilakukan dalam ruangan yang kurang intensitas cahaya. Format RAW akan sangat membantu kita untuk memperbaiki foto dengan melakukan post processing di komputer.

  1. Gunakan continuous shoot.

Continuous shoot akan membantu kita untuk tidak kehilangan moment. Dalam pertunjukan yang menampilkan gerakan-gerakan cepat terkadang kita sulit menangkap pose yang sesuai dengan yang kita harapkan. Memotret dengan continuous shoot akan cukup membantu.

Sekian dulu cerita dan sedikit tips dari saya. Semoga berkenan.

Enjoy!